Disfungsi Ereksi dan Sakit Gusi Ada Kaitannya

Posted by Unknown Senin, 17 Desember 2012 0 komentar
Bismillahirrahmanirrahim.
MSN.COM
Selain demi senyuman menarik, menjaga kesehatan gigi dan gusi ternyata juga dapat meningkatkan kualitas kehidupan seks pria.

Senyuman menarik dari pria tentu saja menjadi faktor penting untuk memikat wanita. Untuk mendapatkan senyuman yang menarik, tentu saja pria perlu menjaga kesehatan gigi dan gusinya. Namun ternyata selain demi senyuman menarik, menjaga kesehatan gigi dan gusi juga dapat meningkatkan kualitas kehidupan seks pria. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine menemukan adanya hubungan antara penyakit gusi dan disfungsi ereksi.

Para peneliti dari University of Malatya di Turki melakukan riset pada 160 orang berusia 30 sampai 40 tahun, setengah dari mereka memiliki disfungsi ereksi. Di antara pria impoten, 53 persen juga ditemukan memiliki gusi meradang, sedangkan pada kelompok kontrol hanya 23 persen. Usia rata-rata laki-laki dalam penelitian ini berada di bawah 36 tahun.

Para peneliti menggunakan Indeks Internasional Disfungsi Ereksi, sejenis kuisioner yang menilai fungsi dan perilaku seksual pasien. Setelah data untuk berat badan, usia, indeks massa tubuh, pendapatan rumah tangga, dan tingkat pendidikan diolah, para peneliti menemukan bahwa pria dengan penyakit periodontal memiliki kecendrungan lebih tinggi 3,29 persen untuk mengalami masalah mempertahankan ereksi dibandingkan mereka yang memiliki gusi yang sehat. Disfungsi ereksi juga telah dikaitkan dengan kondisi kronis, serta testosteron rendah.

"Sudah jelas ketika memiliki penyakit periodontal dapat memicu terjadi penyakit lain,” kata Don Clem, DDS, mantan presiden American Academy of Periodontology dan ahli penyakit periodontal di Fullerton, California. Hal ini seperti yang sudah diketahui sebelumnya, ada hubungan antara penyakit periodontal dengan penyakit kardiovaskular, kanker dan penyakit kronis lain.

Sejumlah penelitian dan survei telah membuktikan bahwa pria yang tidak menjaga kebersihan mulut, jarang mengunjungi dokter gigi memiliki kecenderungan untuk mengalami penyakit periodontal. Jika dibandingkan dengan wanita, pria cenderung mengunjungi dokter gigi jika keadaan gigi mereka sudah memburuk, demikan menurut Academy of General Dentistry. Penelitian sebelumnya juga menyatakan, rata-rata pria akan kehilangan 5,4 gigi pada usia 72, sedangkan 12 gigi pada usia 72 apabila memiliki kebiasaan merokok.

Hubungan penyakit gigi dengan penyakit lainnya memang sudah banyak diteliti. Kevin Billups, MD, seorang urolog dan direktur Program Kesehatan Inovatif Pria di Johns Hopkins Medicine, mengatakan mustahil untuk mengabaikan hubungan ini. Karena pada kenyataannya memang sangat berkaitan.

"Penyakit gusi dapat menjadi tanda terkena penyakit sistemik yang disebabkan oleh peradangan, “kata Billups.

Ia juga menambahkan pasien yang menderita impotensi berisiko sangat besar menderita penyakit kardiovaskular dalam 10 tahun mendatang.

Mulut, seperti yang dikatakan Clem, masih banyak dianggap sebagai bagian yang terpisah dari bagian tubuh lain. Jadi, ketika ada suatu masalah pada kesehatannya, dianggap tidak akan menimbulkan komplikasi dengan penyakit lain. Namun faktanya ternyata tidak begitu, karena semua saling berkaitan.


Read More..

Fakta di balik 3 mitos tentang otak

Posted by Unknown 0 komentar

Bismillahirrahmanirrahim.
Fakta di balik 3 mitos tentang otak

Beberapa hal mengenai otak yang sering kita dengar terkadang hanya mitos belaka. Deepak Chopra, melalui Shine! (14/13) mengungkapkan fakta di balik tiga mitos otak yang sering dipercaya, berikut ini.

1. Mitos: "Semakin tua, otak kita semakin banyak kehilangan sel otak yang tak bisa digantikan.
Fakta: Manusia memang kehilangan se otak dengan bertambahnya usia. Namun sel otak bisa diperbarui dan ditingkatkan melalui proses neurogenesis. Kita bisa meningkatkan pertumbuhan sel dengan belajar hal-hal baru, mengambil risiko, dan melakukan gaya hidup sehat. Anda juga sebaiknya menghindari stres dan trauma yang bisa menghambat proses neurogenesis.


2. Mitos: "Otak tak bisa berubah."
Fakta: "Otak manusia sebenarnya cukup fleksibel jika dirawat. Otak bisa dibentuk kembali, jalur-jalurnya juga bisa diubah jika manusia mau mempelajari hal baru, memiliki keinginan baru, dan melatih pemikiran mereka. Hal ini bisa dibuktikan ketika setiap kali ada orang yang mengalami pemulihan cepat dari penyakit.


3. Mitos: "Hilang ingatan karena usia tua tak bisa dicegah dan diputar balikkan."
Fakta: Sangat mungkin untuk mencegah atau bahkan mengembalikan ingatan yang hilang karena usia tua. Kuncinya adalah terus membuat otak aktif dengan belajar hal-hal baru. Selain itu, ingatan terkadang berkaitan kuat dengan perasaan. Untuk itu, lakukan segala hal dengan penuh perasaan dan semangat. Jangan mudah berputus asa atau apatis terhadap usia tua.

Tiga hal di atas adalah fakta di balik mitos mengenai otak yang sudah banyak dipercayai orang. Tetap jaga otak agar tetap muda dengan terus mempelajari hal-hal baru.

Baca juga 4 tips menjaga kesehatan otak
Sumber: merdeka.com
Read More..

7 Fakta menarik tentang payudara

Posted by Unknown 0 komentar
7 Fakta menarik tentang payudara

Payudara mungkin adalah bagian yang paling indah dari tubuh wanita. Bagian tersebut pun salah satu hal yang selalu diperhatikan pertama kali oleh pria.
Wanita sendiri memang sadar tentang keberadaan payudara miliknya, namun tidak banyak yang mereka ketahui tentang bagian tubuhnya tersebut. Jadi coba simak fakta menarik mengenai payudara seperti yang dilansir dari Indiatimes berikut ini.
Payudara kiriPayudara kiri biasanya lebih besar. Memang susah membedakannya, namun bagian yang kiri selalu lebih besar daripada yang kanan. Demikian juga puting, selain berbeda ukuran, bagian tersebut menunjuk arah yang berbeda.
Rambut di payudaraSetiap wanita memiliki rambut di areola. Sebagian besar tidak menyukainya, namun ada sekitar 2-15 helai rambut yang bisa tumbuh. Payudara pun bisa terkena jerawat atau komedo. Jadi jangan malas menjaga kecantikan dan kebersihannya.
Berat payudaraRata-rata berat payudara adalah setengah kilogram. Bagian tersebut juga menyumbang 4-5 persen lemak bagi tubuh atau satu persen dari total berat badan seorang wanita. Payudara bisa bertambah gemuk seiring dengan usia wanita. Ingat pula bahwa perokok punya payudara yang lebih melorot daripada non-perokok.
Implan payudaraLebih dari dua juta wanita memiliki payudara palsu. Angka ini menunjukkan banyak wanita yang berpikir tentang payudara secara seksama. Namun tidak semua wanita puas dengan hasil implan mereka.
Saat terangsangKetika terangsang, payudara wanita menjadi lebih besar dan tegang.
Payudara berguncangJoging, berlari, aerobik, dan aktivitas fisik lain dapat menyebabkan payudara berguncang. Jadi selalu gunakan bra yang tepat untuk meminimalisir guncangan yang bisa menyebabkan payudara semakin melorot.
Bentuk payudaraBentuk payudara bisa berubah jika Anda tidur tertelungkup. Jadi jaga posisi tidur untuk menjaga kekencangan dan bentuk payudara. Posisi tidur terbaik adalah miring dengan meletakkan bantal di bawah payudara untuk mendukung bagian tersebut.
Itulah fakta menarik tentang payudara.

Sumber: merdeka.com
Read More..

Inilah Mitos-mitos Salah Seputar Menyusui

Posted by Unknown Minggu, 16 Desember 2012 0 komentar

Bismillahirrahmanirrahim.

Kalau tidak bisa menyusui langsung, berikan ASI perah dengan alat bantu.

Ibu menyusui menghadapi tantangan besar untuk mencapai keberhasilannya dalam menyusui ASI ekslusif selama enam bulan dan melanjutkannya hingga dua tahun. Adanya berbagai mitos yang salah tentang menyusui tidak jarang menghalangi keberhasilan ibu menyusui.  

Hal ini diungkapkan dokter anak dari Rumah Sakit Islam Surakarta "Yarsis" dr Lucy Savitri, Sp.A dalam Bincang-bincang dan Lokakarya Hypnobreastfeeding yang diselenggarakan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Solo, Jawa Tengah, Minggu (16/12/2012).  

Lucy mencatat setidaknya ada 18 mitos salah tentang menyusui yang berkembang di masyarakat. Ini ia catatatan berdasarkan masukan dari berbagai pihak, seperti ibu atau nenek dari bayi yang menjadi pasien-pasiennya.  

Beberapa mitos itu, menurut Lucy, antara lain air susu ibu (ASI) belum keluar pada hari pertama sehingga perlu ditambah cairan lain. Faktanya, menurut Lucy, bayi masih punya cadangan cairan cukup dalam tubuhnya selama 48-72 jam pertama kehidupan, sehingga bayi tidak perlu diberi cairan lain.  

Mitos kedua, ASI tidak bisa memuaskan bayi karena bayi "rakus" dan bayi laki-laki minum lebih kuat dibandingkan bayi perempuan. Faktanya, kebutuhan bayi semuanya sama, yakni untuk minggu pertama sebanyak 80-100 mililiter per kilogram berat badan per hari.

Menginjak usia 3-6 bulan, kebutuhannya meningkat menjadi 140-160 ml/kilogram berat badan/hari. "ASI bisa mencukupi semua kebutuhan bayi hingga usia enam bulan. Jika ASI tidak bisa berproduksi secara optimal, itu karena manajemen laktasi yang kurang baik," kata Lucy.  

Mitos ketiga, sekali berhenti menyusui, tidak dapat menyusui lagi. Faktanya, ada teknik relaktasi untuk mengembalikan bayi menyusu pada ibunya. Ibu berhenti menyusui akibat ibu sakit, pemakaian susu formula, atau bayi bingung puting. Namun demikian, teknik relaktasi harus tepat ditambah semangat tinggi dari orang tua dan dukungan kuat dari lingkungan.

Sumber: kompas.com
Read More..

Total Tayangan Laman